Ibra: Fabio Capello dan Juventus lah Yang Menjadikan Saya Pencetak Gol Ulung

ibra-fabio-capello-dan-juventus-lah-yang-menjadikan-saya-pencetak-gol-ulung

Zlatan Ibrahimovic tampaknya punya hutang budi ke Fabio Capello yang telah melatihnya selama di Juventus pada masa bakti 2004 – 2006. Penyerang Los Angeles Galaxy ini sekarang merupakan salah satu striker paling mematikan dunia. Kemampuan dan ketajaman Ibra dalam mengeksekusi setiap tendangan diakuainya didapat ketika tangan dingin Fabio membantunya mengembangkan skil dan bakatnya.

Sobat prediksi parlay tentu tahu bahwa di tahun 2004 pemain berdarah Bosnia ini pertama kali direkrut managemen Juventus setelah tim ini berhasil bernegosiasi dengan klub Ajax Amsterdam. Sebelum memperkuat skuad yang berbasis di turin tersebut Ibra cenderung dipandang sebagai pemain tukang pamer ketimbang disebut sebagai mesin pencetak gol mengerikan seperti saat ini. Beruntung kala itu Fabio Capello berhasil mendidiknya dengan baik dan memingkatkan kemampuan Ibra.

Pesepakbola yang kini telah berusia 37 tahun itu menuturkan bahwa selama di bawah asuhan Fabio Capello dirinya secara ketat mengikuti sesi latihan menembak. Sesi ini memang sengaja diwajibkan oleh sang Pelatih bagi setiap pemain yang bertugas di lini penyerangan. Hal menarik lainnya yang ditelurkan oleh Fabio adalah panggilan Ibra yang sekarang begitu akrab digunakan semua orang untuk menyapa Zlatan Ibrahimovic.

“Selama mengembangkan diri, saya sama sekali tidak mementingkan soal gol, namun lebih tentang siapa yang yang punya kemampuan dan menguasai teknik sepak bola dengan baik. Pemikiran ini saya pertahankan dan saya terapkan dimana pun saya bermain. Akan tetapi hal itu berubah kala saya singgah di Turin,” ucap Zlatan Ibrahimovic kepada salah seorang wartawan BBC.

“Sedari hari pertama saya mengikuti sesi latihan bersama skuad Juventus, saya selalu mendengar Capello meneriakan nama saya dengan sebutan Ibra. Setelah itu dia akan meminta Italo, asistennya saat itu untuk menyuruh saya latihan menembak bersama anak – anak dari klub akademi. Pada sesi latihan yang berlangsung selama 30 menit setiap hari mereka akan memberi saya umpan silang untuk saya eksekusi menjadi sebuah gol. Rutinitas ini sempat membuat saya berfikir untuk pulang saja, tetapi tidak. Saya tetap mengikutinya sehingga sekarang jadilah saya seorang pencetak gol ulung yang ditakuti para penjaga gawang.” cerita pesepakbola berkewarganegaraan Swedia itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *